Search archives for:


DOID - Solid Customer Base

Delta Dunia Makmur (DOID) – Buy (Maintain)

Price: Rp515 – Target Price: Rp850

Dilatarbelakangi meningkatnya Overburden removal (OB), harga batubara yang lebih stabil, dan pengurangan diskon tarif kami estimasikan EBITDA marjin DOID mencapai 34% untuk 2017F. Di sisi lain, kami percaya net gearing di 2017 turun ke level 237%. Merekomendasikan BUY dengan target harga Rp 850 merefleksikan PE’17 7.9x.

 

AISA - Remain Promising Ahead

Remain Promising Ahead (AISA) – BUY (Upgrade)

Price: Rp1,960- Target Price: Rp2,440

Meskipun secara QoQ laba bersih AISA turun 33% pada 3Q16 ini, akan tetapi secara YoY, laba bersih masih tercatat naik 35% pada 9M16 ini. Hal tersebut kami lihat dikarenakan oleh pergeseran momen Lebaran, sehingga menyebabkan kuartal ketiga tahun ini menjadi ‘low base’, yang terlihat dari penjualan yang turun 26%QoQ. Namun demikian, dengan optimisme positifnya outlook tahun depan, kami merekomendasikan BUY untuk AISA (TP Rp2,440/lembar saham , 17E’PE: 15.0x).

 

ISAT - (Result Note) 9M16 Results Flash

Indosat Ooredoo (ISAT) – HOLD (Maintain)

Price: Rp 6,200 – Target Price: Rp 6,600

  • Laba bersih 3Q16 naik 98% qoq. Laba bersih 9M16 tercatat di atas konsensus
  • Pendapatan meningkat 12% qoq seiring dengan kenaikan trafik data, tumbuh 56% qoq
  • Pertumbuhan solid EBITDA 3Q16, naik 11% qoq dan 17% yoy
  • Hutang US$ yang tinggal 12% membantu kinerja jangka panjang


ITMG - Profit remain solid

Profit Remain Solid (ITMG) – BUY (Maintain)

Price: Rp18,000- Target Price: Rp19,000

Secara 3Q16 ITMG mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 146% qoq. Kami melihat EBITDA margin ITMG bertumbuh solid didukung dengan naiknya volume penjualan. Neraca keuangan yang sehat serta dividen yield menarik, juga menjadi katalis mempertahankan Buy.


Cement sector – Neutral (Maintain)

October sales up 8% mom with weaker prices

Penjualan semen Oktober naik 8% mom didorong pertumbuhan konsumsi di Sulawesi dan Sumatera. INTP berhasil menaikkan pangsa pasar di kedua wilayah tersebut. Namun, pertumbuhan konsumsi yang masih lebih rendah daripada penambahan kapasitas, menekan harga jual semen. Harga jual Oktober SMGR turun 2% mom akibat kondisi oversupply tersebut. Mempertahankan Neutral untuk saat ini.